gsf indonesia
Go Fast!

Sermani Steel memangkas 20% harga jual seng

MAKASSAR :

PT Sermani Steel menurunkan harga jual seng sebesar 15% – 20% atau turun sebesar Rp1.500 dari harga Rp7.500 (Juli – Agustus 2008) menjadi hanya Rp6.325 – Rp6.000 per lembar. Penyusutan harga disebabkan imbas dari krisis ekonomi global di awal September 2008 yang memaksa produsen baja menurunkan harga.

 ”Krisis ekonomi menguntungkan Sermani Steel karena harga baja terus anjlok pada titik rendah,” kata Asistant Manager of sales PT Sermani Steel, Muh Effendi Bachtiar kepada GSF di ruang kerjanya, kemarin.

Effendi bahkan memprediksi harga jual  seng akan kembali tergerus sampai pertengahan tahun 2009. Dia berharap penurunan harga dapat meningkatkan jumlah permintaan di beberapa daerah yang sedang memacu pembangunan infrastruktur, salah satunya penyediaan atap untuk Rumah Sehat Sederhana (RSH).

Kebijakan Sermani Steel tersebut, kata dia akan mampu menggairahkan pasar yang kian lesu. Meski begitu permintaan stok seng dari para agen mengalami penurunan karena alasan belum stabilnya harga baja yang cenderung merosot. Permintaan seng dari agen hanya berdasarkan permintaan dan kebutuhan pasar.

“Agen penjualan seng menunggu harga baja jatuh pada posisi yang paling rendah. Mereka tidak mau merugi dengan menyediakan stok yang cukup banyak. Kami sangat memahami kondisi para agen tersebut,” tutur dia.

Kondisi itu pula membuat kegiatan produksi di Sermani Steel sedikit melambat, dimana volume pembuatan seng plat, gelombang kecil 2,5 feet, dan 3 feet juga berdasarkan kebutuhan pasar. Saat ini Sermani Steel hanya memproduksi seng sebesar 1.000 ton atau tergerus sekitar 200 – 500 ton per bulan dari kondisi penjualan normal sebesar 1.200 – 1.500 ton per bulan.

Kondisi ini berbeda di tahun 2007 dimana produksi seng tumbuh 50% atau naik sebesar 4.000 – 5.000 ton per tahun. Sementara produksi 2007 – 2008 hanya mengalami kenaikkan 36% atau rerata bertambah 2.000 – 3.000 ton per tahun.

“Kami berharap tahun ini produksi seng menyamai pencapaian di tahun 2007 – 2008. Sementara ini produksi akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar saja,” ungkap dia.

Perlambatan produksi itu untuk menghindari kelebihan produksi yang akan mengganggu penjualan dan keuntungan Sermani Steel. Saat ini permintaan lembaran seng dipasaran Sulsel di bawah 1.000 ton per bulan. 

//Garap daerah//

Effendi menambahkan kegiatan produksi sampai penjualan seng di Sermani Steel hanya untuk memenuhi kebutuhan daerah yang terus meningkat. Saat ini penjualan seng di daerah – daerah sudah mencapai 90% dan tersedot di sektor perumahan, sementara 10% untuk kebutuhan industri dan pergudangan di perkotaan.

Ada lima daerah yang memiliki penjualan seng sebesar 20% – 30% di Sulsel, yakni Palopo, Tana Toraja, Sengkang, Bone, dan Sinjai. Daerah-daerah tersebut yang menjadi barometer komitmen Sermani untuk terus mempertahankan pasaran seng untuk kalangan menengah ke bawah.

“Pembangunan rumah di daerah tinggi, sehingga permintaan seng kembali naik. Masyarakat lebih senang memakai produk murah yang memiliki daya tahan lama hingga bertahun – tahun,” kata dia. (pay)

Satu Tanggapan ke “Sermani Steel memangkas 20% harga jual seng”

  1. Infonya tidak Update..harga Seng sudah berubah mulai Juli 2009. Untuk info lebih lanjut, silahkan email ke sermanisteel@yahoo.com


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.