Perampok Diajak Shalat Jum’at
Makassar–
Muhyi Raina, pelaku yang gagal merampok uang sebesar Rp25 juta milik nasabah Bank Mandiri, Iwan Syam, patut bersyukur. Jamaah Mesjid Nurul Hakim tidak sempat menggeroyok laki-laki bertubuh tinggi besar tersebut.
Pelaku hanya menerima beberapa pukulan ringan yang membuat pipinya merah. Sementara kedua rekannya, melarikan diri dan membiarkan Muhyi tertangkap basah sedang memungut uang didalam mobil Toyota Innova milik Iwan, korban perampokan.
Jamaah mesjid, mengajak Muhyi berwudhu untuk melaksanakan shalat Jum’at berjamaah. Pelaku yang terus dipegangi Iwan, korban perampokan, dibawah masuk kedalam mesjid. Iwan dan sejumlah orang menempatkan pelaku ditengah-tengah jamaah. Saat melaksanakan shalat, pelaku tidak berani melarikan diri.
“Kalau dia mau lari gampang saja. Tapi mungkin ketakutan berada ditengah-tengah jamaah yang terus melihat pelaku,” kata Andika, salah seorang jamaah yang mengantar pelaku ke Kantor Polsek Panakkukang.
Saat melaksanakan shalat Jum’at, kata Andika, dari saku baju koko putih yang dikenakan pelaku, terjatuh sebuah amplop putih. Namun dia tidak mengetahui apa isi dari amplop tersebut.
Usai shalat, pelaku perampokan digiring kedalam mobil Toyota Innova yang baru saja dirusak. Pemilik mobil, Iwan dengan Andika dan sejumlah jamaah mesjid mengantar pelaku untuk diserahkan ke kantor polisi.
“Bodoh memang tong itu pelaku. Untungnya jamaah tidak anarkis, sehingga pelaku baik-baik saja,” katanya.
Sejumlah polisi berseragam geram mendengarkan aksi pelaku yang akan mengambil uang pembayaran zakat. Bahkan seorang polisi memarahi pelaku yang tidak mau mengakui perbuatannya.
“Dikutukku ko tuhan karena uangnya anak yatim yang ko mo ambil setan. Pasti ko tidak puasa to,” kalimat itu yang tersembur dari mulut Brigadir Polisi, Kisman. (SULFAEDAR PAY)