gsf indonesia
Go Fast!

Enam kandidat tolak hasil perhitungan pilkada walikota

MAKASSAR :

Enam kandidat calon Walikota Makassar mengeluarkan pernyataan menolak hasil perhitungan pilkada yang sementara memenangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin dan Supomo Guntur (IASmo). Para kandidat menilai pilkada walikota diwarnai banyak kecurangan dan penyimpangan.

Enam kandidat juga bakal mempersiapkan langkah hukum untuk menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar. Pernyataan para kandidat tersebut disponsori Partai Demokrasi dan dideklarasikan di Hotel Horison Jl Jenderal Sudirman. 

Para kandidat yang hadir diantaranya Adil Patu (Idial), Ridwansyah Putra Musa Gani (RI), Ilham Halim Bachri (Idola), Firmansyah Mappasawang (PASmi), Abdul Razak Djalle (Ikrar), Irwan Paturusi, dan Herman Handoko.

“Pertemuan enam kandidat walikota untuk menyatukan suara penolakan hasil pilkada yang berjalan tidak wajar. Kami akan mengajukan gugatan terhadap sejumlah pelanggaran selama pemilihan berlangsung,” kata Ilham Halim Bachri, kandidat walikota independen, Kamis (30/10).

Bahkan Ilham yang berpasangan dengan Herman Handoko (Idola) dengan keras menolak hasil perhitungan suara yang sementara memenangkan IASmo. Idola yang sementara menerima suara 0,80% tersebut mengatakan, menemukan pelanggaran pendistribusian undangan dan kartu pemilih.

Dia menjelaskan banyak dari simpatisan loyal Idola yang tidak dapat menyalurkan hal pilih karena tidak mendapat kartu pemilih. Tidak hanya itu simpatisan yang memegang kartu pemilih dipusingkan dengan tidak jelas lokasi TPS, sehingga mereka membatalkan untuk memilih.

Melihat penanganan pilkada yang dibumbuhi kecurangan tersebut, dia mengaku bersama lima kandidat lainnya sudah mempersiapkan langkah hukum untuk menggugat hasil perhitungan. Pernyataan Idola tersebut, mendapat dukungan dari kandidat independen Firman Mappasawang yang berpasangan Kasma F Amin (PASmi).  

Firman juga memiliki bukti kecurangan di 1.700 TPS, dimana dari 63 ribu simpatisan yang siap memilih PASmi, namun hanya memperoleh 11 ribu suara atau sekitar 2,97%. Suara tersebut belum termasuk 80 komunitas masyarakat suku Makassar yang sejak kampanye mendukung PASmi.

Keganjilan yang paling nyata yakni beberapa anggota keluarga Firman tidak menerima satu pun kartu pemilih. Dia menyatakan tiap kandidat seharusnya memperoleh suara minimal antara 25% – 30% selama perhitungan suara berlangsung.

“Tiap kandidat sudah saling mengetahui kekuatan dan perolehan suara, terutama di TPS yang didominasi simpatisan dari kandidat masing-masing. Kenyataannya ada kandidat yang hanya memperoleh tiga suara di TPS simpatisannya,” kata dia.

Hal senada juga diungkapkan pasangan Idris Manggabarani – Adil Patu (Idial). Adil menjelaskan, sejak 28 Oktober 2008 tujuh tim Idial sudah mengajukan surat pembatalan pemilihan kepada Panwaslu. Namun protes tersebut tidak mendapat respon yang baik dari Panwaslu dan KPU.

Dia menjelaskan dari 1.700 TPS di 14 kecamatan, pasangan Idial kehilangan suara sebanyak 24%. Dari hasil perhitungan sementara Idial hanya memperoleh suara sebesar 19,45% yang jauh dari prediksi pasangan yang diusung Partai Demokrat dan PDK. 

Dia membeberkan hasil pilkada sementara berbau rekayasa dari lembaga dan oknum tertentu untuk memenangkan IASmo. Bentuk rekayasa yang dia maksud mulai dari pengurangan surat suara, pendistribusian kartu pemilih, dan terror melalui telepon kepada para saksi yang mengawasi jalannya pemilihan.

//Golput rekayasa//

Sementara master campaign Idial, Diza Ali yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, pilkada Walikota Makassar sudah direkayasa pihak tertentu sebelum pemilihan 29 Oktober 2008. Mantan pengurus MFC (Makassar Football Club) Karebosi tersebut mengungkapkan, dari 960 ribu pemilih, hanya 304 ribu yang melakukan pencoblosan.

Sehingga terjadi pemilih golput antara 50% – 60% yang diduga merupakan rekayasa oknum aparat pemerintah dan partai. Dia mengungkapkan, tidak mungkin suara golput lebih besar dibandingkan masyarakat yang menggunakan hak pilihnya. Meski begitu pihak Idial akan menerima hasil pilkada yang cacat hukum dan penuh kecurangan.

“Tidak mungkin golput lebih tinggi dari hasil pilkada. Semuanya disebabkan pendistribusian kartu suara yang penih rekayasa. Idial tetap akan mengajukan gugatan kepada panwaslu dan KPU,” tutur dia.(sulfaedar)

No Responses to “Enam kandidat tolak hasil perhitungan pilkada walikota”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 282 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: