Kerja sama pengelolaan HIA ditinjau

MAKASSAR:

Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel meninjau kembali kontrak kerja sama dengan manajemen Hotel Imperial Aryaduta (HIA). Peninjauan kontrak dilakukan untuk memperjelas posisi pemprov  sebagai pemilik lahan dan menghitung kembali sisa saham yang kian tergerus.

“Peninjauan kerja sama dengan pemilik Hotel Imperial Aryaduta disebabkan posisi pemprov yang terancam hilang dalam kepemilikan saham. Lahan hotel itu merupakan aset sangat bernilai yang harus diselamatkan,” ungkap Direktur Utama Perusda, Harris Hody di hadapan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, pekan lalu.

Kunjungan wagub ke kantor perusda untuk menanyakan sejumlah aset pemprov yang tersebar di beberapa daerah. Kesempatan itu pula dimanfaatkan wagub untuk mendengarkan paparan bisnis perusda ke depan.

Harris menjelaskan kepemilikan saham pemprov di HIA sudah kian menipis. Hal itu disebabkan manajemen HIA sudah dua kali berpindah tangan dari PT Mitra Tata Megah (MTM) ke Lippo Group. Bahkan kini pengelolaan hotel berbintang lima itu, sudah di take over manajemen Bosowa Group.

Perpindahan sistem pengelolaan tersebut, kata dia sebagai salah satu penyebab berkurangnya saham pemprov. Apalagi manajemen yang menangani HIA merupakan perusahaan nasional dengan modal besar. Untuk itu perusda akan kembali meninjau kerja sama penyewaan lahan, termasuk kepemilikan aset. “Semakin hari posisi pemprov kian memprihatinkan. Kepemilikan saham pemprov sudah tidak berarti lagi,” kata dia.

Selain itu perusda juga akan meninjau kontrak kerja pengelolaan Latanete Plasa yang berlokasi di Jl Sungai Saddang. Harris mengungkapkan pihak Matahari Department Store (MDS) sebagai penyewa lahan tidak komitmen dengan kesepakatan kerja sama. Akibatnya pihak perusda tidak mendapatkan keuntungan dari pengelolaan Latanete Plasa.

Dia menungkapkan jatuh tempo kontrak kerja sama perusda dengan MDS hingga tahun 2011, namun sudah diperpanjang hingga tahun 2031. Perpanjangan tersebut dilakukan pada tahun 2005 oleh pemprov. Meski begitu dia mempertegas akan melakukan audit kontrak dengan pemilik MDS Hari Darmawan.

Sementara keterkaitan Latanete Plasa dengan kredit macet di salah satu bank swasta, menurut Harris belum diketahui. Dia juga mengaku belum mengetahui kalau aset pemprov tersebut sudah dijaminkan ke bank.

Harris menambahkan, perusda juga berencana akan mengubah Latanete Plasa menjadi hotel kelas bisnis. Rencana perusda itu sudah dibicarakan secara internal dan mendapatkan respon positif dari direksi. Menurutnya, pengelolaan hotel akan lebih menguntungkan pihak perusda untuk meningkatkan PAD daerah.

Rencana itu bisa terealisasi setelah dilakukan peninjauan kerja sama dengan MDS. Menurut Harris, jika merugikan maka perusda akan membatalkan kontrak kerja sama tersebut.

//Kawasan peti kemas//

Wakil Ketua Real Estate (REI) Sulsel menambahkan, selain HIA dan MDS, juga berencana akan membangun container yard di atas lahan milik perusda seluas satu hectare. Saat ini aset tersebut dimanfaatkan sebagai bisnis perbengkelan yang melayani kendaraan operasional pemprov.

Bahkan perusda memperlihatkan blue print container yard tersebut kepada wagub. Dia mengaku rencana perubahan wajah bisnis itu, disebabkan usaha perbengkelan tidak mendatangkan keuntungan. Sementara container yard akan mendatang keuntungan yang lebih besar.

“Lahan perbengkelan memiliki nilai lebih dari Rp10 miliar, namun sayang tidak mendatangkan keuntungan bagi pemprov. Sudah banyak investor yang mau bekerjasama membangun dan mengelola kawasan peti kemas.

Wagub Agus Arifin Nu’mang dalam pertemuan itu mengatakan, setuju dengan rencana yang dilakukan  Dirut Perusda Sulsel. Dikatakan, rencana perusda untuk meninjau kembali beberapa kerja sama sangat positif. Hal ini selain memberikan kepastian hukum kepada pemrov, juga ikut menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah ini.(pay)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s