Pemporv Sulsel rancang pelabuhan curah komoditi

MAKASSAR :

Pemprov Sulsel tengah menyiapkan rancangan pembangunan pelabuhan curah komoditi di Pelabuhan Soekarno Hatta. Menyusul peningkatan produktifitas tiga dari lima komoditi unggulan, yakni beras, jagung, dan kakao yang siap masuk kepasaran Asia, Eropa dan USA.

Rencana pelabuhan curah tersebut, bertujuan untuk memudahkan penyaluran ketiga komoditi unggulan langsung ke atas kapal barang. Upaya Pemprov Sulsel tersebut, untuk mempersiapkan Pelabuhan Soekarno Hatta melakukan ekspor langsung tanpa transit di Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Priok Jakarta.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengungkap hal itu, Senin (20/10) usai menghadiri The 10th Asian Regional Maize Workshop (ARMW) di Hotel Sahid Makassar. Ajang internasional yang berlangsung 20 – 23 Oktober 2008 dibuka Menteri Pertanian Anton Apriyantono tersebut dihadiri 400 peserta.

Peserta yang berasal dari 21 negara asia pasifik tersebut terdiri dari buyers, farmer, dan para ahli. Syarul menjelaskan, secara infrastruktur Pelabuhan Soekarno Hatta sudah siap melakukan pelayaran ekspor langsung ke negara tujuan. Namun untuk merealisasikan pelayaran langsung maka dibutuhkan pelabuhan curah.

“Keberadaan pelabuhan curah di Pelabuhan Soekarno Hatt sudah sangat mendesak. Tahap awal pemprov akan meminjam pelabuhan curah milik pabrik terigu Berdikari. Jika terealisasi maka ekspor komoditi Sulsel kebeberapa negara sudah bisa langsung ke negara tujuan,” kata dia.

Rancangan pemprov tersebut dalam waktu dekat akan dibicarakan kepada Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN. Dia mengaku keberadaan pelabuhan curah sudah sangat mendesak, mengingat produktifitas beras, jagung, dan kakao meningkatkan pesat.

Produktifitas beras sudah mencapai 4,1  juta ton gabah kering giling atau 1,2 juta ton setara beras dari target 2 juta ton di tahun 2009. Sementara produktifitas jagung pada posisi awal Oktober 2008 sudah mencapai 1,1 juta ton dari target 1,5 juta ton per tahun.

Begitu pula pada kakao yang masuk urutan ketiga komoditi ekspor di dunia setelah Pantai Gading, dan Ghana. Dia menjelaskan, aktifitas bongkar muat 200 ribu ton di pelabuhan, khusus komoditi jagung membutuhkan waktu tiga sampai empat hari yang secara otomatis menimbulkan high cost.

 

//Ekspor langsung//

Dihadapan Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Syahrul juga menjelaskan masalah kesiapan Pelabuhan Soekarno Hatta dalam hal pelayaran eskpor langsung. Selama ini ekspor komoditi unggulan Sulsel, harus berhenti di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Priok Jakarta. 

Menurut dia masalah transit ekspor Sulsel tersebut, sudah dicarikan solusi dan dilaporkan kepemerintah. Namun kuantitas ekspor tinggi dan regular ship yang mengharuskan Sulsel tergantung dari pengendalian Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok.

“Ini menjadi masalah tersendiri bagi eksportir Sulsel. Secara infrastruktur Pelabuhan Soekarno Hatta sudah siap melakukan pelayaran ekspor langsung ke negara tujuan, tanpa harus transit di Surabaya dan Jakarta,” ungkap dia.

 

//Permodalan komoditi//

Syahrul juga menambahkan masalah permodalan khusus bagi lima komoditi unggulan Sulsel sudah dapat diatasi. Permodalan bersumber langsung dari bank dan melalui Expo Banking di 15 kabupaten yang mengucurkan sekitar Rp100 miliar.

Saat ini sejumlah bank-bank di Sulsel sudah berkomitmen memberikan modal kerja. Untuk sementara bank lebih tertarik mengucurkan kredit untuk pengembangan kakao, udang, tambak, dan rumput laut. Komoditi kakao membutuhkan permodalan mencapai Rp860 miliar untuk rehabilitasi dan peremajaan kakao.

Sementara udang, tambak dan rumput laut membutuhkan pendanaan hingga Rp525 miliar. Dia mengaku ada tiga bank yang sudah berkomitmen mengucurkan pinjaman untuk empat sektor tersebut.

 “Pemprov terus melakukan rapat kordinasi dengan perbankan dan bupati untuk mencari jalan keluar masalah permodalan,” ujar dia.(sulfaedar)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s