Pemprov Sulsel pangkas jabatan 14 direksi perusda

MAKASSAR :

Pemerintah Provinsi Sulsel melakukan perampingan kepemimpinan perusahaan daerah (perusda) dari 14 menjadi tiga direksi dengan satu direktur. Kepemimpinan Perusda yang baru akan mengelola empat main core, yakni perusda lama, perdagangan umum, agroindustri, serta pariwisata dan komunikasi.

“Ketiga direksi diberi tugas sampai Desember 2008 untuk melakukan evaluasi kinerja perusda dan kegiatan bisnis selama ini. Hasil evaluasi untuk menentukan arah bisnis perusda ke depan,” Haris Houdi, Direktur Perusda Sulsel kepada Bisnis, Senin (20/10).

Haris mengaku dirinya diangkat dan menerima SK menjadi direktur pekan lalu, dimana diberi tugas merombak semua sistem bisnis di empat perusda. Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel mengatakan, perampingan dari 14 menjadi tiga direksi merupakan keputusan Pemprov Sulsel.

Perampingan ditingkat direksi tersebut, kata dia untuk memudahkan direksi baru melakukan identifikasi peluang bisnis, memberikan masukan dan merekomendasikan arah bisnis perusda kepada gubernur.

Namun dia mengaku direksi baru tersebut akan fokus pada masalah trading, termasuk didalamnya perusda lama dan perdagangan umum. Selain itu juga akan melakukan audit dan aspek legalitas semua aset pemprov yang dikelola sendiri maupun bermitra dengan pihak swasta, misalnya Hotel Imperial Aryaduta.

¬†“Perusda mengumpulkan semua data aset dan audit. Selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah untuk menjadi barometer menentukan arah bisnis perusda ke depan,” ungkap dia.

Termasuk mengaudit pengelolaan unit usaha transportasi Rajawali Trans, perbengkelan, property, Hotel Bata Papan di Tana Toraja dan kompleks pergudangan di Jl DR Sutami. Selain itu akan mengidentifikasi dan mengumpulkan laporan mengenai aset perusda yang belum terdata.

“Direksi baru akan bekerja keras secara maksimal untuk mengembali citra perusda yang selama ini banyak mendapat sorotan dari masyarakat. Sudah saatnya perusda terjun dan bermain disemua sektor usaha,” ungkap dia.

Namun dia menolak menjelaskan model bisnis yang akan diterapkan di empat perusda tersebut. Dia mengaku akan menunggu hasil audit dan evaluasi tim kerja yang saat ini sudah bekerja.

Menurut dia yang paling utama memenuhi target tugas yang diberikan pemprov hingga Desember 2008. Meski begitu dia memberikan sinyal semua perusda akan digiring pada model bisnis yang mengikuti perkembangan dan kebutuhan pasar.

Pada tahun 2007 DPRD Sulsel pernah mendesak Perusda agar melakukan proteksi terhadap aset dan kepemilikan saham pemprov di Hotel Imperial
Aryaduta. DPRD menilai saham Pemprov Sulsel rawan mengalami penyusutan bila tidak segera diproteksi oleh manajemen Perusda.(sulfaedar)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s